“KOMUNIKASI dengan PASIEN dan KELUARGANYA”.

Disusun Oleh Kelompok II
1. Samsul
2. Rajib Maulana
3. Desy Afni Wulandari
4. Rizka Leonita Fahmy
5. Elok Ainika Prautami
6. Dedi Irawan
7. Amyaristasya Sintiya Agustina
8. Uyun Mihwar
9. Kadek Rupa Widiatmika
10. Cahya Khaerany
11. Miftahul Zohri
12. Rachmat Prayuda
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
MATARAM 2010
KATA PENGANTAR
| |
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena dengan rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok kami dalam Skenario 3 dengan judul “KOMUNIKASI dengan PASIEN dan KELUARGANYA”. Adapun tugas ini kami selesaikan sebagai bahan acuan bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram
Tentu saja bahan-bahan yang terhimpun dalam tugas ini sepenuhnya bukan hasil kami sendiri melainkan kami pilah, yang menurut kami atau siapa saja yang dapat dengan mudah mempelajarinya, mendalaminya serta mensosialisasikannya, minimal dilingkungannya.
Semoga laporan ini dapat lebih bermanfaat bagi pembaca, maupun bagi bangsa dan tanah air. Laporan ini tentunya masih jauh dari sempuran, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk sempurnanya laporan ini.Terima kasih
Mataram, 5 september 2010
Tim Penyusun
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ............................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ................................................................. 1
B. TUJUAN ........................................................................................ 2
C. RUMUSAN MASALAH……....................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN
- LEARNING OBJECTIVE .......................................................... 3
- PEMBAHASAN LEARNING OBJECTIVE ............................ 4
1. Klarifikasi Masalah/Konsep yang Tidak di Ketahui............. 5
2. Pengertian, langkah-langkah, tujuan anamnesis................... 7
BAB III
PENUTUP
- KESIMPULAN ............................................................................. 11
- SARAN .......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 12
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa). Komunikasi merupakan kunci dalam membuka hubungan yang baik dan profesional antara dokter dengan pasien, meskipun dalam prakteknya masih sulit dilakukan. Ia mengakui komunikasi dokter-pasien adalah hal yang penting dan harus terus dipelajari, dilatih dan diterapkan oleh para dokter.
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Jadi secara umum komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.
1
B. Tujuan
Menurut Hewitt (1981), tujuan komunikasi adalah sebagai berikut :
Ø Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
Ø Mempengaruhi perilaku seseorang
Ø Mengungkapkan perasaan
Ø Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
Ø Berhubungan dengan orang lain
Ø Menyelesaian sebuah masalah
Ø Mencapai sebuah tujuan
Ø Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
Ø Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain
C. Rumusan Masalah
v Bagaimanakah cara dan sikap seorang dokter ketika berkomunikasi dengan pasien ?
2
BAB II
PEMBAHASAN
Skenario 3 : Komunikasi dengan Pasien dan Keluarganya
Sebagai dokter di Puskesmas, dr. Bihbah sering melakukan pengobatan pada psien. Ia memulai dengan kegiatan anamnesis yang cepat dan sistematif. Ia melakukan wawancara dengan pasien, sehingga dari keluhan-keluhan pasien ia dapat memperoleh gambaran kelainan-kelainan dari sistem organ pasien tersebut.
Sikap dr. Bihbah dalam berkomunikasi dengan pasien selalu disertai dengan empati. Ia selalu mendengarkan keluhan pasien dan tidak menunjukkan sikap sombong ataupun acuh-tak acuh pada pasien. Ia juga melakukan pemeriksaan fisik secara fropesional.
Dr. Bihbah sadar bahwa tugas selanjutnya dari seorang dokter adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarganya, yang mana diarahkan kepada upaya promotif dan preventif dari penyakit yang diderita oleh pasien.
A. Learning Objective
1. Klarifikasi masalah/konsep yang tidak dimengerti
2. Pengertian, langkah-langkah, tujuan anamnesis
3
B. Pembahasan Learning Objective
Ø Mind Mapping

Ø Penjelasan Mind-Mapping
Untuk melakukan anamnesis, seorang dokter harus menggunakan sikap empati terhadap pasiennya. Karena dengan hal tersebut pasien akan merasa nyaman dan memberikan kepercayaan kepada dokternya. Setelah mendapatkan kepercayaan dari pasien, dokter bisa mendapatkan informasi dari pasien tentang penyakit serta keluhan-keluhan yang dialaminya, lalu mengambil kesimpulan dari penjelasan pasien.
Selain melakukan komunikasi dengan pasien, seorang dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik pasiennya untuk menemukan kelainan dari sistem organ pasiennya.
Setelah melakukan hal-hal tersebut dokter kemudian melakukan upaya promotif dan preventifnya.
4
1.Klarifikasi Masalah/Konsep yang Tidak di Ketahui
Kegiatan Anamnesis
Anamnesis adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya.
Empati
Empati adalah rasa simpati yang sangat mendalam yang mampu memberikan pengaruh pada kejiwaan dan atau fisik seseorang.
Contoh : rasa rindu yang terlalu dalam bisa menyebabkan seorang gadis menjadi panas dingin akibat tidak direstuinya hubungan cinta dengan kekasihnya.
Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat)
Unit pelaksanaan tekhnis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu.
Berikut ini berbagai sistem dalam tubuh beserta fungsinya dan organ penyusunnya:
a. Gerak
Fungsi: penyokong, pelindung organ internal, alat gerak.
Penyusun: tulang & otot
b. Sirkulasi
Fungsi: transportasi darah dan cairan limfa
Penyusun: jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa, darah.
c. Saraf
Fungsi: koordinasi aktifitas tubuh
Penyusun: otak, 12 pasang saraf kranial, 31 pasang saraf spinal.
Berikut ini berbagai sistem dalam tubuh beserta fungsinya dan organ penyusunnya:
a. Gerak
Fungsi: penyokong, pelindung organ internal, alat gerak.
Penyusun: tulang & otot
b. Sirkulasi
Fungsi: transportasi darah dan cairan limfa
Penyusun: jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa, darah.
c. Saraf
Fungsi: koordinasi aktifitas tubuh
Penyusun: otak, 12 pasang saraf kranial, 31 pasang saraf spinal.
5
d. Kelenjar buntu (endokrin)
Fungsi: menghasilkan hormon untuk mendorong pertumbuhan, perkembangan dan koordinasi aktifitas tubuh.
Penyusun: kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar pituitari dan kelenjar adrenal.
e. Respirasi
Fungsi: bernapas (pertukaran udara)
Penyusun: hidung, tenggorokan/trakea, paru-paru
f. Pencernaan
Fungsi: memproses makanan
Penyusun: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus, kelenjar pencernaan
g. Eksresi (ginjal)
Fungsi: pengeluaran sisa-sisa metabolisme, mengatur keseimbangan osmotik darah
Penyusun: ginjal, ureter, kantong kemih, uretra
h. Reproduksi
Fungsi: perkembangbiakan
Penyusun: organ kelamin pada jantan (penis, testis) dan betina (ovarium, uterus)
i. Kulit (integumen)
Fungsi: pelindung tubuh
Penyusun: kulit dan derivatnya.
Pemeriksaan Fisik
Sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis.
6
Promotif dan Preventif
· Sifat upaya pada kesehatan yang bersifat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
· Pencegahan atau minimalisasi potensi resiko
2. Pengertian, Langkah-langkah, Tujuan anamnesis
v Pengertian anamnesis
Anamnesis adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya.
Anamnesis adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya.
v Persiapan untuk anamnesis
Anamnesis yang baik hanya dapat dilakukan apabila dokter yang melakukan anamnesis tersebut menguasai dengan baik teori atau pengetahuan kedokteran. Tidak mungkin seorang dokter akan dapat mengarahkan pertanyaan-pertanyaannya dan akhirnya mengambil kesimpulan dari anamnesis yang dilakukan bila dia tidak menguasai dengan baik ilmu kedokteran. Seorang dokter akan kebingungan atau kehilangan akal apabila dalam melakukan anamnesis tidak tahu atau tidak mempunyai gambaran penyakit apa saja yang dapat menimbulkan keluhan atau gejala tersebut, bagaimana hubungan antara keluhan-keluhan tersebut dengan organ-organ tubuh dan fungsinya. Umumnya setelah selesai melakukan anamnesis seorang dokter sudah harus mampu membuat kesimpulan perkiraan diagnosis atau diagnosis banding yang paling mungkin untuk kasus yang dihadapinya. Kesimpulan ini hanya dapat dibuat bila seorang dokter telah mempersiapkan diri dan membekali diri dengan kemampuan teori atau ilmu pengetahuan kedokteran yang memadai.
Meskipun demikian harus disadari bahwa tidak ada seorang dokterpun yang dapat dengan yakin menyatakan bahwa dia pasti selalu siap dan mampu mendiagosis setiap keluhan pasiennya. Bahkan seorang dokter senior yang sudah berpengalaman sekalipun pasti pernah mengalami kebingungan ketika menghadapi pasien dengan keluhan yang sulit dianalisa.
Anamnesis yang baik hanya dapat dilakukan apabila dokter yang melakukan anamnesis tersebut menguasai dengan baik teori atau pengetahuan kedokteran. Tidak mungkin seorang dokter akan dapat mengarahkan pertanyaan-pertanyaannya dan akhirnya mengambil kesimpulan dari anamnesis yang dilakukan bila dia tidak menguasai dengan baik ilmu kedokteran. Seorang dokter akan kebingungan atau kehilangan akal apabila dalam melakukan anamnesis tidak tahu atau tidak mempunyai gambaran penyakit apa saja yang dapat menimbulkan keluhan atau gejala tersebut, bagaimana hubungan antara keluhan-keluhan tersebut dengan organ-organ tubuh dan fungsinya. Umumnya setelah selesai melakukan anamnesis seorang dokter sudah harus mampu membuat kesimpulan perkiraan diagnosis atau diagnosis banding yang paling mungkin untuk kasus yang dihadapinya. Kesimpulan ini hanya dapat dibuat bila seorang dokter telah mempersiapkan diri dan membekali diri dengan kemampuan teori atau ilmu pengetahuan kedokteran yang memadai.
Meskipun demikian harus disadari bahwa tidak ada seorang dokterpun yang dapat dengan yakin menyatakan bahwa dia pasti selalu siap dan mampu mendiagosis setiap keluhan pasiennya. Bahkan seorang dokter senior yang sudah berpengalaman sekalipun pasti pernah mengalami kebingungan ketika menghadapi pasien dengan keluhan yang sulit dianalisa.
7
v Cara melakukan anamnesis
Dalam melakukan anamnesis ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang dokter, antara lain :
a. Tempat dan suasana
Tempat dan suasana dimana anamnesis ini dilakukan harus diusahakan cukup nyaman bagi pasien. Anamnesis akan berjalan lancar kalau tempat dan suasana mendukung. Suasana diciptakan agar pasien merasa santai, tidak tegang dan tidak merasa diinterogasi.
Dalam melakukan anamnesis ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang dokter, antara lain :
a. Tempat dan suasana
Tempat dan suasana dimana anamnesis ini dilakukan harus diusahakan cukup nyaman bagi pasien. Anamnesis akan berjalan lancar kalau tempat dan suasana mendukung. Suasana diciptakan agar pasien merasa santai, tidak tegang dan tidak merasa diinterogasi.
b. Penampilan dokter
Penampilan seorang dokter juga perlu diperhatikan karena ini akan meningkatkan kepercayaan pasiennya. Seorang dokter yang tampak rapi dan bersih akan lebih baik dari pada yang tampak lusuh dan kotor. Demikian juga seorang dokter yang tampak ramah, santai akan lebih mudah melakukan anamnesis daripada yang tampak galak, ketus dan tegang.
Penampilan seorang dokter juga perlu diperhatikan karena ini akan meningkatkan kepercayaan pasiennya. Seorang dokter yang tampak rapi dan bersih akan lebih baik dari pada yang tampak lusuh dan kotor. Demikian juga seorang dokter yang tampak ramah, santai akan lebih mudah melakukan anamnesis daripada yang tampak galak, ketus dan tegang.
c. Periksa kartu dan data pasien
Sebelum anamnesis dilakukan sebaiknya periksa terlebih dahulu kartu atau data pasien dan cocokkan dengan keberadaan pasiennya. Tidak tertutup kemungkinan kadang-kadang terjadi kesalahan data pasien atau mungkin juga kesalahan kartu data, misalkan pasien A tetapi kartu datanya milik pasien B, atau mungkin saja ada 2 pasien dengan nama yang sama persis. Untuk pasien lama lihat juga data-data pemeriksaan, diagnosis dan terapi sebelumnya. Informasi data kesehatan sebelumnya seringkali berguna untuk anamnesis dan pemeriksaan saat ini.
Sebelum anamnesis dilakukan sebaiknya periksa terlebih dahulu kartu atau data pasien dan cocokkan dengan keberadaan pasiennya. Tidak tertutup kemungkinan kadang-kadang terjadi kesalahan data pasien atau mungkin juga kesalahan kartu data, misalkan pasien A tetapi kartu datanya milik pasien B, atau mungkin saja ada 2 pasien dengan nama yang sama persis. Untuk pasien lama lihat juga data-data pemeriksaan, diagnosis dan terapi sebelumnya. Informasi data kesehatan sebelumnya seringkali berguna untuk anamnesis dan pemeriksaan saat ini.
d. Dorongan kepada pasien untuk menceritakan keluhannya
Pada saat anamnesis dilakukan berikan perhatian dan dorongan agar pasien dapat dengan leluasa menceritakan apa saja keluhannya. Biarkan pasien bercerita dengan bahasanya sendiri. Ikuti cerita pasien, jangan terus menerus memotong, tetapi arahkan bila melantur.
Pada saat anamnesis dilakukan berikan perhatian dan dorongan agar pasien dapat dengan leluasa menceritakan apa saja keluhannya. Biarkan pasien bercerita dengan bahasanya sendiri. Ikuti cerita pasien, jangan terus menerus memotong, tetapi arahkan bila melantur.
8
Pada saat pasien bercerita, apabila diperlukan ajukan pertanyaan-pertanyaan singkat untuk minta klarifikasi atau informasi lebih detail dari keluhannya. Jaga agar jangan sampai terbawa cerita pasien sehingga melantur kemana mana.
e. Gunakan bahasa/istilah yang dapat dimengerti
Selama tanya jawab berlangsung gunakan bahasa atau istilah umum yang dapat dimengerti pasien. Apabila ada istilah yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia atau sulit dimengerti, berika penjelasan atau deskripsi dari istilah tersebut.
Selama tanya jawab berlangsung gunakan bahasa atau istilah umum yang dapat dimengerti pasien. Apabila ada istilah yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia atau sulit dimengerti, berika penjelasan atau deskripsi dari istilah tersebut.
f. Buat catatan
Adalah kebiasaan yang baik untuk membuat catatan-catatan kecil saat seorang dokter melakukan anamnesis, terutama bila pasien yang mempunyai riwayat penyakit yang panjang.
Adalah kebiasaan yang baik untuk membuat catatan-catatan kecil saat seorang dokter melakukan anamnesis, terutama bila pasien yang mempunyai riwayat penyakit yang panjang.
g. Perhatikan pasiennya
Selama anamnesis berlangsung perhatikan posisi, sikap, cara bicara dan gerak gerik pasien. Apakah pasien dalam keadaaan sadar sepenuhnya atau apatis, apakah dalam posisi bebas atau posisi letak paksa, apakah tampak santai atau menahan sakit, apakah tampak sesak, apakah dapat bercerita dengan kalimat-kalimat panjang atau terputus-putus, apakah tampak segar atau lesu, pucat dan lain-lain.
Selama anamnesis berlangsung perhatikan posisi, sikap, cara bicara dan gerak gerik pasien. Apakah pasien dalam keadaaan sadar sepenuhnya atau apatis, apakah dalam posisi bebas atau posisi letak paksa, apakah tampak santai atau menahan sakit, apakah tampak sesak, apakah dapat bercerita dengan kalimat-kalimat panjang atau terputus-putus, apakah tampak segar atau lesu, pucat dan lain-lain.
h. Gunakan metode yang sistematis
Anamnesis yag baik haruslah dilakukan dengan sistematis menurut kerangka anamnesis yang baku. Dengan cara demikian maka diharapkan tidak ada informasi yang terlewat.
Anamnesis yag baik haruslah dilakukan dengan sistematis menurut kerangka anamnesis yang baku. Dengan cara demikian maka diharapkan tidak ada informasi yang terlewat.
9
v Tujua Anamnesis
Tujuan pertama anamnesis adalah memperoleh data atau informasi
Tujuan pertama anamnesis adalah memperoleh data atau informasi
tentang permasalahan yang sedang dialami atau dirasakan oleh pasien. Apabila anamnesis dilakukan dengan cermat maka informasi yang didapatkan akan sangat berharga bagi penegakan diagnosis, bahkan tidak jarang hanya dari anamnesis saja seorang dokter sudah dapat menegakkan diagnosis. Secara umum sekitar 60-70% kemungkinan diagnosis yang benar sudah dapat ditegakkan hanya dengan anamnesis yang benar.
Tujuan berikutnya dari anamnesis adalah untuk membangun hubungan yang baik antara seorang dokter dan pasiennya. Umumnya seorang pasien yang baru pertama kalinya bertemu dengan dokternya akan merasa canggung, tidak nyaman dan takut, sehingga cederung tertutup. Tugas seorang dokterlah untuk mencairkan hubungan tersebut. Pemeriksaan anamnesis adalah pintu pembuka atau jembatan untuk membangun hubungan dokter dan pasiennya sehingga dapat mengembangkan keterbukaan dan kerjasama dari pasien untuk tahap-tahap pemeriksaan selanjutnya.
Tujuan berikutnya dari anamnesis adalah untuk membangun hubungan yang baik antara seorang dokter dan pasiennya. Umumnya seorang pasien yang baru pertama kalinya bertemu dengan dokternya akan merasa canggung, tidak nyaman dan takut, sehingga cederung tertutup. Tugas seorang dokterlah untuk mencairkan hubungan tersebut. Pemeriksaan anamnesis adalah pintu pembuka atau jembatan untuk membangun hubungan dokter dan pasiennya sehingga dapat mengembangkan keterbukaan dan kerjasama dari pasien untuk tahap-tahap pemeriksaan selanjutnya.
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
v Seorang dokter yang profesional harus mampu melakukan komunikasi yang baik dengan pasien, terutama pendekatan (anamnesis) dengan pasien pada saat pelakukan pengobatan.
v Anamnesis sangat penting karena akan memberikan kenyamanan terhadap pasien yang akan ditangani, selain itu anamnesis juga membantu dokter mendapatkan keparcayaan pasien untuk ditangani olehnya.
B. Saran
Dalam melakukan komunikasi dengan pasien atau keluarganya kita harus menjaga sikap kita sebagai seorang dokter. Seorang dokter harus menggunakan sikap empati terhadap pasiennya. Karena dengan hal tersebut pasien akan merasa nyaman dan memberikan kepercayaan kepada dokternya. Setelah mendapatkan kepercayaan dari pasien, dokter bisa mendapatkan informasi dari pasien tentang penyakit serta keluhan-keluhan yang dialaminya, lalu mengambil kesimpulan dari penjelasan pasien.
11
DAFTAR PUSTAKA
· Anonym, A Short Textbook | Gerrad K Lang | Thieme — 2000.
· Anonym, http://razimaulana.wordpress.com/2008/12/02/anamnesis
· Anonym, http://id.wikipedia.org/wiki_fisik
· Anonym, http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi
· Anonym, http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/organ-dan-sistem-organ.html
· Anonym, http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
12
The Best Slots | Casino Roll
BalasHapusThe best slots 출장안마 at Casino febcasino Roll. If you love table games, worrione.com to play blackjack, you have to bet twice 바카라 사이트 for the dealer 1xbet korean to win. The dealer must